Minggu, 17 Agustus 2025

 "KEHIDUPAN DOKTER DITANGAN INTELIJEN"

Melangkah dalam kehidupan yang tak pernah berhenti menimba ilmu,Intelijen,rumah sakit umum serta rumah sakit jiwa.

Setetes demi setetes peluh dimana rasa kesal dan kekesalan.

Meraung bagai harimau gan naga para intelijen  militer,kegigihan jiwa tua.

Seteguk semangat rumah sakit umum hingga rumah sakit jiwa.

Intelijen rumah sakit umum rumah sakit jiwa,member ring KTP,BPJS,ATM.

Banyak identitas bahkan membership ring KTP ATM BPJS.

Intelijen Rumah Sakit Umum Rumah Sakit Jiwa setelah ini.

Banyak member presiden yang masuk RSU RSJ.

Amunisi serta alutsista data digenggam panglima intelijen,robot-robot abstrak allstrack.

Tiadakah surga atau tiadakah neraka yang ada hanyalah gambaran abstrak.

Alam militer hingga intelijen pada member black box obat atau virus,racun ular atau sengat lebah.

Tuangkan segala member matriks aku bukanlah robot,robot yang menaklukkan.

Kehidupan Dokter ditangan intelijen ular berbagai ular dan naga.

Siapalah yang berani memenggal ular pastilah terkena racun sang naga karena venomnya.

Kehidupan Dokter ditangan intelijen Lebah berbagai lebah.

Siapalah yang berani bermain api pastilah terkena asapnya karena menyengat.

Biang lala biang keladi dokter dan militer mengisi amunisi.

Tiada kekerasan tiada amarah mengapa suntik menjadi-jadi.

Biang kerok biang wangi dokter atau militer saling beraksi jasa raharja asuransi jiwa.

Tiada racun tiada sengat mengapa alutsista menjadi kegelapan bumerang people power ambisi generasi. 

 

  

 

Kamis, 07 Agustus 2025

 "NONA GENIT"

Tubuh semampai bagai bulan sabit.

Rindang senyummu diatas awan,yang kian kelabu.

Tuangkan isi hati dalam sanubari yang dihayati.

Riang elok bagai burung merpati diatas pelangi.

NONA GENIT riang diantara bukit berbunga.

Sang rembulan bagai paras sang dara manis.

Nan jauh raut NONA GENIT  terngiang dalam imajinasi.

Sang sangkersta dalam halusinasi,hipnotis lukisan nurani.

Derita tiada henti,dari hukuman Tuhan pada alamnya.

Bercumbu diatara ada dan tiada,wahana dalam waham.

Dendang syair dendang tabuhan seruling.

Berguman dalam nada syair ilahi dalam pelukan hukum rimba ini. 

 

 

 "TANTE GENIT"

Badan mulus walau digelang konde.

Walau tubuh tak mulus,terapi pada diri.

Buah kehidupan buah dada,lapangkan dalam kode.

Walau semampai ramping berbadan gemuk tak tahan diri.

Sua senyum sua kenikmatan TANTE GENIT.

Berbuah semampai bagai mangga dibelah dua.

Suara TANTE GENIT termanggu bagai burung perkutut.

Bercanda riang TANTE GENIT terukir daram buah bibir.

Burung merpati burung perkutut termanggu bagai gagak.

Dunia ini bagai bulu perindu yang tak hilan dalam rindu.

Bunga mawar,melati ditanam diantara bukit berbunga.

Duhai kekasih siapayang girang kecup bibir buah binal.