Kamis, 07 Agustus 2025

 "NONA GENIT"

Tubuh semampai bagai bulan sabit.

Rindang senyummu diatas awan,yang kian kelabu.

Tuangkan isi hati dalam sanubari yang dihayati.

Riang elok bagai burung merpati diatas pelangi.

NONA GENIT riang diantara bukit berbunga.

Sang rembulan bagai paras sang dara manis.

Nan jauh raut NONA GENIT  terngiang dalam imajinasi.

Sang sangkersta dalam halusinasi,hipnotis lukisan nurani.

Derita tiada henti,dari hukuman Tuhan pada alamnya.

Bercumbu diatara ada dan tiada,wahana dalam waham.

Dendang syair dendang tabuhan seruling.

Berguman dalam nada syair ilahi dalam pelukan hukum rimba ini. 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar